Skip to main content

Elharamain Wisata

Doa di Multazam, Letak, Tata Cara, dan Bacaannya

Doa di Multazam, Letak, Tata Cara, dan Bacaannya

Doa di Multazam adalah doa yang dipanjatkan di dinding Ka’bah antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama menyebut munajat di Multazam disunahkan setelah tawaf dan dapat dilakukan kapan saja. Tidak ada riwayat doa khusus dari Nabi untuk tempat ini, sehingga jamaah boleh memanjatkan doa apa saja sesuai hajatnya. Imam An-Nawawi mencantumkan satu doa yang sunnah dibaca di sana, dan bacaannya kami sajikan di bawah dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.

Menyiapkan doa sejak dari tanah air akan membantu jamaah saat tiba di depan Ka’bah.

Rombongan jamaah pria berpakaian ihram berfoto di pelataran Ka'bah

Multazam Adalah Bagian Dinding Ka’bah yang Mana?

Multazam adalah bagian dinding Ka’bah yang terletak di antara sudut Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Letak ini disebut dalam buku tuntunan manasik Kemenag maupun penjelasan NU Online.

Menurut NU Online, kata “multazam” diambil dari iltazama yang berarti merapatkan. Sebabnya, orang yang berdoa di Multazam disunahkan merapatkan dadanya ke dinding antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

Dalil Berdoa di Multazam

Dasar amalan ini adalah riwayat Amr bin Syu’aib dari ayahnya dalam Sunan Abu Dawud (Bab Multazam). Ia menceritakan tawaf bersama Abdullah. Setelah tawaf, Abdullah mengusap Hajar Aswad, berdiri di antara rukun (sudut Hajar Aswad) dan pintu Ka’bah, lalu merapatkan dada, wajah, kedua siku, dan kedua telapak tangannya. Ia kemudian berkata, “Seperti inilah aku melihat Rasulullah SAW melakukannya.” Riwayat serupa juga tercatat dalam Sunan Ibnu Majah.

Buku tuntunan manasik Kemenag menyebut hukum munajat di Multazam sunnah apabila keadaan memungkinkan. Keterangan lengkap tentang riwayatnya bisa dibaca di penjelasan NU Online Jatim tentang tata cara berdoa di Multazam.

Tata Cara Berdoa di Multazam Setelah Tawaf

Urutan berikut mengikuti tuntunan manasik umrah Kementerian Agama:

  1. Selesaikan tawaf tujuh putaran. Bila belum hafal urutannya, pelajari dulu tata cara tawaf umroh dari awal hingga akhir.
  2. Shalat sunnah dua rakaat setelah tawaf di belakang Maqam Ibrahim, atau di area Masjidil Haram mana pun bila penuh.
  3. Menuju area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah dengan sabar, tanpa menghalangi atau mendahului jamaah lain.
  4. Bila memungkinkan, rapatkan badan ke Multazam. Bila tidak memungkinkan, ambil tempat persis di depan Multazam atau yang searah dengannya.
  5. Panjatkan doa sesuai hajat masing-masing, misalnya doa dari Imam An-Nawawi di bawah, lalu minum air zamzam.

Doa di Multazam tidak termasuk rukun maupun wajib umroh. Rukun umroh adalah ihram, tawaf, sa’i, cukur, dan tertib, sedangkan wajibnya berihram dari miqat. Umroh tetap sah walaupun jamaah tidak sempat mendekat ke dinding Ka’bah.

Jamaah wanita Elharamain di pelataran Ka'bah pada malam hari

Bacaan Doa di Multazam Arab, Latin, dan Artinya

Doa berikut dicantumkan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar sebagai doa yang dianjurkan di Multazam, sebagaimana dikutip NU Online.

اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَكَ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَكَ، أَحْمَدُكَ بِجَمِيْعِ مَحَامِدِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَعَلَى جَمِيْعِ نِعَمِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَعَلَى كُلِّ حَالٍ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ أَعِذْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، وَأَعِذْنِيْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَقَنِّعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَكْرَمِ وَفْدِكَ عَلَيْكَ، وَأَلْزِمْنِيْ سَبِيْلَ الْاِسْتِقَامَةِ حَتَّى أَلْقَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Latin: Allâhumma lakal hamdu hamdan yuwâfî ni’amaka wa yukâfi’u mazîdak. Ahmaduka bi jamî’i mahâmidika mâ ‘alimtu minhâ wa mâ lam a’lam, wa ‘alâ jamî’i ni’amika mâ ‘alimtu minhâ wa mâ lam a’lam, wa ‘alâ kulli hâl. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ Muhammadin wa ‘alâ âli Muhammad. Allâhumma a’idznî minasy syaithânir rajîm, wa a’idznî min kulli sû’, wa qanni’nî bimâ razaqtanî wa bârik lî fîh. Allâhummaj’alnî min akrami wafdika ‘alaik, wa alzimnî sabîlal istiqâmati hattâ alqâka yâ Rabbal ‘âlamîn.

Artinya (terjemahan NU Online): “Ya Allah, bagi-Mu pujian, (dengan) pujian yang meliputi seluruh anugerahmu. Aku bersyukur pada-Mu atas segala macam pemberian-Mu, baik yang kuketahui ataupun yang tidak kuketahui, dan atas segala nikmat-Mu, baik yang kuketahui ataupun yang tidak kuketahui, dan atas segalanya. Ya Allah, sholawat dan salam semoga tercurah limpahkan pada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, lindungi aku dari setan yang terkutuk, lindungi pula aku dari segala kejelekan, cukupi aku dengan segala yang Kauberikan kepadaku, dan berkahi aku dalam rezeki tersebut. Ya Allah, jadikan aku sebagai tebusan yang terbaik terhadap-Mu, dan tetapkan aku pada jalan yang istiqamah hingga aku kelak bertemu dengan-Mu, wahai Tuhan semesta alam.”

Doa ini tidak wajib dihafal. Jamaah boleh membacanya dari buku saku, lalu menambahkan doa apa saja yang diinginkan. Kumpulan doa lain selama ibadah bisa dilihat di panduan doa umroh untuk jamaah.

Tips Berdoa di Multazam Saat Padat

Multazam terletak di samping sudut Hajar Aswad. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat area ini padat:

  • Jangan memaksakan diri. Buku tuntunan manasik Kemenag menyebut berdesakan dengan mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain hukumnya haram. Bila tidak memungkinkan mendekat, berdoalah dari tempat yang searah dengan Multazam.
  • Manfaatkan waktu lain. Munajat di Multazam dapat dilakukan kapan saja, tidak harus tepat setelah tawaf.
  • Jamaah wanita disunahkan menjauh dari Ka’bah saat tawaf menurut tuntunan Kemenag. Bila area padat, berdoalah dari tempat yang searah dengan Multazam.
  • Siapkan catatan doa sebelum berangkat agar tidak bingung saat berada di depan Ka’bah.
  • Jaga barang bawaan dan tetap bersama rombongan.

Adab seperti ini sejalan dengan prinsip umroh sesuai sunnah: mengutamakan yang wajib, lalu mengamalkan yang sunnah tanpa merugikan orang lain.

Jamaah wanita di tengah jamaah berihram di area mataf Masjidil Haram

Tanya Jawab Seputar Doa di Multazam

Apakah ada doa khusus di Multazam dari Rasulullah?

Tidak ada riwayat lafal doa khusus dari Rasulullah SAW untuk Multazam. Yang diriwayatkan adalah cara berdoanya, yaitu merapatkan badan ke dinding Ka’bah. Doa dalam artikel ini disebut Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar sebagai doa yang sunnah dibaca di Multazam, dan jamaah boleh berdoa apa saja yang diinginkan.

Kapan waktu berdoa di Multazam?

Buku tuntunan manasik Kemenag menyebut munajat di Multazam disunahkan setelah tawaf serta dapat dilakukan kapan saja. Riwayat Abu Dawud juga menggambarkan doa di Multazam setelah tawaf.

Bagaimana jika tidak bisa mendekat ke Multazam?

Tidak mengapa. Berdoa di Multazam termasuk amalan sunnah, bukan rukun umroh. Menurut tuntunan manasik Kemenag, jamaah dapat mengambil tempat persis di depan Multazam atau tempat yang searah dengannya.

Rujukan: Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah (2024); NU Online, “Doa di Multazam” (islam.nu.or.id); NU Online Jatim, “Tata Cara Berdoa di Multazam” (jatim.nu.or.id); Imam An-Nawawi, Al-Adzkar; Sunan Abu Dawud, Bab Multazam; Sunan Ibnu Majah.

Ingin Umroh dengan Bimbingan Ibadah yang Tenang?

Konsultasikan jadwal dan paket umroh bersama tim Elharamain. Fasilitas paket umroh dalam brosur Elharamain mencakup manasik umroh di hotel berbintang serta pembimbing dan mutawwif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *