Larangan ihram umroh adalah perbuatan yang tidak boleh dilakukan sejak jamaah berniat ihram di miqat sampai tahallul. Beberapa berlaku untuk pria dan wanita, misalnya memakai wewangian, mencukur rambut, memotong kuku, dan menikah. Ada juga yang khusus: pria dilarang menutup kepala dan memakai pakaian berjahit, sedangkan wanita dilarang menutup wajah dan memakai sarung tangan. Sebagian besar pelanggaran tidak membatalkan umroh, tetapi mewajibkan fidyah.
Berikut daftar lengkapnya beserta konsekuensi tiap pelanggaran, supaya jamaah bisa menyiapkan perlengkapan yang aman sejak dari rumah.
Kapan Larangan Ihram Mulai dan Berakhir
Larangan berlaku begitu niat ihram diucapkan di miqat, bukan saat kain ihram dipakai di hotel atau bandara. Karena itu, wewangian di badan sebelum niat tidak masalah, tetapi setelah niat tidak boleh ditambah lagi. Larangan berakhir setelah jamaah selesai sa’i dan bertahallul dengan mencukur atau memotong rambut.

Daftar Larangan Ihram bagi Pria dan Wanita
Daftar di bawah ini mengikuti penjelasan NU Online tentang 14 larangan ihram dan sanksinya, yang merujuk kitab Fathul Mu’in karya Zainuddin Al-Malibari. Larangan ini sama untuk ihram haji maupun umroh.
Berlaku untuk pria dan wanita
- Memakai wewangian di badan atau pakaian.
- Meminyaki rambut kepala atau jenggot.
- Mencabut, mencukur, atau memotong rambut dan bulu badan.
- Memotong kuku. Kuku yang patah dan menyakitkan boleh dipotong tanpa fidyah.
- Menikah, menikahkan, atau meminang. Akad nikah yang dilakukan saat ihram tidak sah.
- Berhubungan suami istri. Bila terjadi sebelum tahallul, umroh rusak (batal).
- Bermesraan atau bersentuhan dengan syahwat.
- Berburu binatang darat yang halal dimakan.
- Memotong pohon atau mencabut rumput yang masih hijau di Tanah Haram.
- Bertengkar dan berbantah-bantahan, sebagaimana disebut dalam QS Al-Baqarah ayat 197.
Khusus jamaah pria
- Menutup kepala dengan penutup yang melekat, seperti peci, sorban, atau topi. Bernaung di bawah payung, mobil, tenda, atau pohon diperbolehkan menurut buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama.
- Memakai pakaian berjahit atau bertangkup, seperti baju, celana, dan jubah. Sandal boleh selama tidak menutup seluruh jari kaki. Kaus kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit juga dilarang bagi laki-laki menurut tuntunan Kemenag.

Khusus jamaah wanita
- Menutup sebagian atau seluruh wajah, misalnya dengan cadar. Jika kain mukena tak sengaja menutup wajah, segera singkap.
- Memakai sarung tangan. Larangan pakaian berjahit hanya berlaku bagi laki-laki. Wanita memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua tangan dari pergelangan sampai ujung jari.

Denda Jika Melanggar Larangan Ihram
Konsekuensinya berbeda menurut jenis pelanggaran:
| Jenis pelanggaran | Konsekuensi |
|---|---|
| Wewangian, minyak rambut, mencukur, memotong kuku, menutup kepala (pria), menutup wajah atau memakai sarung tangan (wanita), pakaian berjahit (pria) | Fidyah dengan tiga pilihan: menyembelih seekor kambing, bersedekah 3 sha’ makanan untuk 6 fakir miskin di Tanah Haram, atau puasa 3 hari |
| Berhubungan suami istri sebelum tahallul | Umroh rusak (batal) dan pelakunya terkena kafarat |
| Akad nikah | Nikahnya tidak sah |
| Berburu binatang darat | Mengganti dengan hewan yang sepadan |
| Merusak pohon atau rumput hijau di Tanah Haram | Mengganti senilai kerusakannya |
Tiga pilihan fidyah tersebut bersumber dari QS Al-Baqarah ayat 196. Buku tuntunan manasik Kemenag menyebut ketentuan yang sama untuk pelanggaran yang disengaja, dengan pilihan sedekah makanan pokok kepada enam orang miskin masing-masing ½ sha’ (2 mud atau 1½ kg menurut buku tersebut). Jika ragu apakah suatu kejadian termasuk pelanggaran, tanyakan langsung kepada pembimbing ibadah sebelum memutuskan cara membayarnya.
Tips Agar Tidak Melanggar Larangan Ihram
- Pakai parfum hanya sebelum niat. Wewangian yang sudah dipakai di badan sebelum niat tidak termasuk larangan, tetapi setelah niat tidak boleh ditambah.
- Potong kuku dan rapikan rambut sebelum niat, idealnya di hotel sebelum berangkat ke miqat.
- Siapkan sabuk ihram dan sandal terbuka untuk jamaah pria. Daftarnya ada di artikel perlengkapan umroh pria.
- Pilih mukena yang tidak menutupi wajah untuk jamaah wanita. Lihat juga perlengkapan umroh wanita.
- Pelajari cara memakai kain ihram sebelum berangkat, termasuk cara melilitkan kain bawah agar tidak mudah lepas. Penjelasannya ada di artikel aturan kain ihram untuk pria.
Brosur paket umroh Elharamain Wisata mencantumkan manasik umroh di hotel berbintang, dan itinerary paket Ramadhan 1448 H memuat pemantapan manasik di Madinah sebelum umroh pertama. Pilihan keberangkatan bisa dilihat di harga paket umroh 2027, atau konsultasikan lewat WhatsApp 0812-8729-2422.
Tanya Jawab Seputar Larangan Ihram
Apakah boleh memakai sabun saat ihram?
Boleh. NU Online yang merujuk Fathul Mu’in menyebut jamaah boleh membasuh kepala dan badan dengan sabun yang wangi karena tujuannya membersihkan, bukan mewangikan badan. Buku tuntunan manasik Kemenag mencatat ulama Syafi’iyah membolehkan mandi dengan sabun, sedangkan mazhab Hanafi tidak membolehkan.
Bolehkah jamaah pria memakai payung atau topi?
Payung boleh. Buku tuntunan manasik Kemenag membolehkan bernaung di bawah payung, sedangkan menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti topi, peci, dan sorban dilarang sebelum tahallul.
Kapan larangan ihram umroh berakhir?
Setelah semua rukun umroh selesai, yaitu tawaf, sa’i, dan bercukur. Sejak itu jamaah kembali boleh melakukan hal yang tadinya dilarang.
Rujukan: Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah (2024); NU Online, “14 Larangan Haji dan Sanksinya yang Harus Diperhatikan ketika Ihram” (17 April 2024, merujuk Fathul Mu’in); Al-Qur’an Kemenag, QS Al-Baqarah 196 dan 197; brosur paket umroh Elharamain Wisata Ramadhan 1448 H.
Ingin Belajar Manasik Sebelum Berihram?
Tanyakan jadwal, manasik, dan paket umroh 2027 kepada admin Elharamain Wisata.





